Tinggi Kalium dan Fosfor, Konsumsi Beras Merah bagi PGK Harus Dibatasi
14 Maret 2023
Ilustrasi | Shutterstock Image
KlikQu – Tingginya kandungan fosfor dan kalium di dalam beras merah harus menjadi perhatian bagi para pasien ginjal kronik. Musababnya, fungsi ginjal yang sudah rusak tidak lagi mampu mengurai dua unsur tersebut dan dikhawatirkan jika penggunaannya tidak dikontrol maka akan memperburuk keadaan.
Spesialis Ginjal dan Hipertensi dari RSUP. Dr. Hasan Sadikin, Bandung, dr. Afiatin, Sp-PD-KGH berujar perlu diketahui bahwa seorang pasien ginjal kronik memang memiliki beberapa batasan pada saat memilih makanan. Meskipun begitu, bukan berarti beras merah tidak boleh dikonsumsi oleh pasien ginjal kronik.
“Untuk orang sakit ginjal itu yang penting jumlah. Jadi orang sakit ginjal kalorinya harus cukup dan proteinnya rendah,” kata dr. Afiatin, Rabu (15/2).
Menurutnya, orang dengan penyakit ginjal kronik perlu membatasi jumlah kalium yang dikonsumsi karena ginjal tidak dapat memproses kalium secara baik sehingga dapat menyebabkan kalium menumpuk di dalam darah. Jika hal ini dibiarkan maka akan menganggu sinyal di otot jantung dan berpotensi menjadi berbahaya dan efeknya adalah kematian.
Di sisi lain, mengkonsumsi fosfor dalam jumlah tinggi juga berbahaya bagi pasien. Alasannya, ginjal yang tidak lagi bekerja maksimal dapat membuat kandungan kalsium pada tulang menurun. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan keropos.
“Beras merah memang memiliki dua kandungan itu yang lebih tinggi dari beras putih,” ujarnya.
Oleh karenanya, dr. Afiatin berpesan agar para pasien melakukan kontrol rutin ke dokter dan mendiskusikan tentang pola konsumsi apa saja yang boleh dan yang harus dibatasi. Bagi pasien ginjal kronik pada stadium 1-2 maka masih dilonggarkan pola makannya laiknya orang normal.
“Kalau stadium 3-5 proteinnya harus rendah, dan makanan yang mengandung kalium tinggi sangat terbatas,” tutupnya. (ATR)